Pendopo House

This is a personal collaborative project between artists, architect, designer, client and builders where the roles swap and overlap. Artist clients that co-design and build with family members, with pure basic materials and on-site built carpentry. Design integrates the existing pendopo pavilion and tropical trees with the new extension creating a rich spatial configuration with five different garden-patios. Viewlines connect inside and outside; old and new; nature and building in one.

In Indonesia, a Pendopo is a large roof built on columns; the site already had such a structure and few large mango trees. The new house unfolds from the existing pavilion and around the trees, creating tropical patio house.

“Ons huis in Yogyakarta is verborgen achter een ‘pendopo,’ een dak op palen dat er al stond toen we het land kochten. Mijn man Teguh en ik nodigden Lada in 2014 uit voor het ontwerpen van dit huis omdat zij ervaring heeft met bouwen in de tropen. Binnen en buiten gaan daar in elkaar over. Dit gegeven heeft Lada toegepast in het ontwerp door het gebruik van ‘breeze blocks’ en een open rand onder het (platte!) dak. In de buurt staat ons huis inmiddels bekend als “het huis zonder dakpannen”.

Lada deed, nog voor bekend waar we gingen bouwen, met Teguh research naar voordelige bouwmaterialen bij de lokale doe-het-zelf-zaken in Jogja. Ook stond ze open voor mijn ideeën over het interieur: het gebruik van beton in combinatie met Indonesisch hout, een bredere woonkamer door het maken van een nis van 4 meter lang, en het aanbrengen van een tafel van beton over de hele lengte van die nis.”

— Su Tomesen

In Indonesia, a Pendopo is a large roof built on columns; the site already had such a structure and few large mango trees. The new house unfolds from the existing pavilion and around the trees, creating tropical patio house.

Rumah Madukismo

Sebagai orang yang lahir dan besar di Indonesia, sangat berharga sekali untuk dapat membangun rumah dan bekerja sama dengan seorang arsitektur yang berdedikasi. Kebanyakan untuk membangun rumah di Indonesia menggunakan konsep “dipikir karo melaku”. Biasanya orang Indonesia mempercayakan semua perencanaan pada tukang bangunan yang berpengalaman. Selain itu proses membangun tanpa perencanaan matang dikarenakan jumlah dana yang terbatas.

Beruntung berkenalan dengan Lada Hršak sang arsitektur, kami (saya dan istri) dapat mewujudkan rumah impian kami di Yogyakarta Indonesia. Sebagai arsitek yang berdedikasi dia selalu menganggap hasil karyanya adalah suatu karya seni personal.

Akan tetapi dia juga sangat memahami kultur yang kuat pada diri saya sebagai umumnya orang
Indonesia dalam konsep membangun rumah. Lada merancang Rumah Madukismo sebagai rumah tumbuh. Hampir setiap tahun setelah rumah dapat itempati sejak tahun 2014, Rumah Madukismo
selalu melakukan perawatan tambahan dan selalu menjadi tumbuh menjadi rumah yang istimewa tanpa melupakan pondasi dasar yang sudah dikreasikan sang arsitektur.

Memiliki rumah pribadi dan terus melakukan proses membangunnya yang secara bertahap menjadikan Rumah Madukismo menjadi hidup, seperti layaknya mempunyai anak. Terimakasih Lada Hršak.

— Teguh Hartanto

The house was conceived around a series of patios connected together through central space programmed as living, studio and kitchen. Living part connects to three nation with diagonal viewlines.

The moment drawings arrived on the building site.

central working space

The design process was tied closely to model making and drawing, in a constant back and forth with the clients.

Inner finishing from traditional cement stucco with coconut oil

diagonal views

Using simple and locally available materials meant that the structure could be built by on site by local craftsmen, but also friends and family.

Bankirai (tropical wood) woodwork crafted on site.

working model

Local research demonstrated a sophisticated use of perforated bricks and special glass-lamella windows. Contrasts in textures and materials; porous, solid, ventilating and insulating structures allow nature to exist inside and outside simultaneously.

central axis

making tropical bangirai large, sliding window frames